Cari Blog Ini

Rabu, 08 Februari 2012

Penyakit Pada Limpa Dan Lymponodus



DISEASE OF THE SPLEEN AND LYMPHONODUS”
Penyakit Pada Limpa Dan Lymponodus
GANGGUAN UMUM PADA LIMPA
A. Gangguan pertumbuhan
1. Tidak ada / Sangat jarang pertumbuhan  abnormal limpa (inbred mice)
2. Tidak ditemukan periarteriolar folikel limfoid (pada nude mice and rat, disertai thymic atrofi)
3. Limpa assesoria / Splenosis (pertumbuhan jaringan limpa diluar organ limpa yang sebenarnya, biasanya tumbuh sebagai nodul-nodul kecil pada omentum)
B. Penyakit degeneratif
1. Atrofi senilitas : sering dijumpai pada hewan tua teruitama anjing dan kuda. HP : Kapsula menebal dan keriput; limfoid atrofi; Infiltrasi sinus oleh jaringan fibrosa.
2. Keadaan hiperimun : HP : Sentra germinativum mengalami limfolisis, hiposelular, digantikan oleh epiteloid dan makrofag ; degenerasi hyalin pada pembuluh darah (contoh pada fetus kuda yang abortus akibat infeksi equine herpesvirus tipe 1)
3. Nodul siderotik / Gamna-Gandy bodies : PA : pada anjing tua sering ditemukan penebalan kapsula pada tepi limpa. HP : pemadatan dan penebalan jaringan kapsula, trabekula dan perivaskular, yang diendapi oleh mineral (Fe dan Ca) atau pigmen ceroid.
4. Amiloidosis : biasanya berkaitan dengan kondisi general amiloidosis. PA : Amiloid yang berwarna putih tampak sebagai nodul yang menyebar secara difus multifokus, dengan bidang sayatan yang menonjol. Limpa seperti ini dinamakan sago-spleen
5. Hemosiderosis : Pigmen besi asal pemecahan eritrosit (hemosiderin). Sering ditemukan didalam makrofag atau didalam jaringan fibrin akibat hemolisis eritrosit yang berlebihan.
C. Limpa ruptur
Dapat terjadi akibat kecelakaan mobil pada kucing dan anjing , atau pada kasus splenomegali akibat kongesti – hemolisis – peradangan – atau tumor. Kapsula limpa membelah dan isinya tercerai berai disertai perdarahan. Jaringan limpa yang terlepas dapat tumbuh menempel pada omentum atau peritoneum dan keadaan ini dinamakan splenosis – limpa asesoris.
D. Limpa torsio
Sering terjadi pada babi, anjing dan manusia. Kebanyakan terjadi pada perlekatannya dengan mesenteri (daerah hilus). Tetapi pada anjing, torsio limpa sering terjadi bersamaan dengan terpuntirnya lambung. PA : Limpa akan mengalami infark hemoragi dan kongesti.

GANGUAN UMUM PADA LIMFONODUS
A. Gangguan pertumbuhan
1. SCID : Deplesi limfoid folikel
2. Defisiensi sel T : hipoplasia limfoid folikel pada parakorteks dan berkurangnya limfoid folikel periarteriolar.
3. Defisiensi sel B : tidak dijumpai sentra germinativum.
B. Penyakit degeneratif :
1. Atrofi senilitas: deplesi folikel limfoid.
2. Hemoragi : Eritrosit yang dihasilkan akan dilisis, dan menyebabkan akumulasi hemosiderin.
3. Anthracosis : Akumulasi pigmen karbon dalam makrofag, sering dijumpai pada bagian medula.
4. Emfisema : akumulasi gas dalam jaringan limfonodus pada kasus emfisema pulmonum atau emfisema pada kasus intestinal emfisema.
5. Deplesi limfoid : terjadi akibat dilatasi dari sinus medulari akibat tersumbatnya pembuluh limfe eferen
C. Peradangan (lymphadenitis)
D. Infestasi parasit
1. Limfonodus bronkhialis : Lungworm Muellerius spp dan Protostrongylus.
2. Limfonodus mesenterika : Larva Strongylus spp pada kuda, Larva trematoda F. hepatica pada ruminan, Oesophagostomum columbianum pada domba, Linguatula serrata pada domba dan kambing.
3. Limfonodus perifer : Infestasi Demodex spp.
E. Hiperplasia / Lymphadenopathy / Lymphadenosis.
F. Neoplasia :  di sebut dengan limfoma.

Kerusakan dan Abnormality Pada Limpa
 
*kerusakan pada hati ; akan disertai dangan kerusakan limfa dan lymponodus
Baik dalam incident/kecelakaan maupun infeksi penyakit tertentu
1.      Limpa pecah
Deskripsi
Limpa pecah adalah suatu kondisi serius yang dapat terjadi jika  mengalami trauma limpa. Tanpa perawatan cepat, limpa pecah dapat menyebabkan perdarahan yang mengakibatkan jiwa terancam. Limpa terletak tepat di bawah tulang rusuk pada sisi kiri. Pukulan ke perut–ketika beraktivitas, berkelahi atau kecelakaan–dapat mengakibatkan limpa pecah.

Gejala
Limpa membantu tubuh melawan infeksi dan menyaring materi, seperti sel-sel darah yang tua atau rusak. Limpa juga memproduksi sel darah merah dan beberapa jenis sel darah putih. Limpa pecah dapat menuangkan sejumlah besar darah ke rongga perut. Sakit perut dan nyeri merupakan gejala klasik limpa pecah. Jika perdarahan menyebabkan tekanan darah turun, kemungkinan menjadikan penderita pusing atau bingung. Selain itu juga memicu penglihatan kabur atau pingsan.
Perawatan
Perlu diketahui jika ditangani cepat, kecelakaan pada limpa dapat dapat disembuhkan tanpa operasi. Penderita kemungkinan akan tinggal di rumah sakit sampai satu minggu, sementara dokter mengamati kondisi penderita dan memberikan perawatan nonsurgical, seperti transfusi darah. Jika cedera parah, limpa mungkin perlu diperbaiki dengan pembedahan. Pembedahan untuk mengangkat limpa disebut splenektomi.

2.      Pembesaran Limpa (Splenomegaly)
DEFINISI
Limpa menghasilkan, memantau, menyimpan dan menghancurkan sel darah.Limpa merupakan organ sebesar kepalan tinju yang lembut dan berongga-rongga, dan berwarna keunguan. Limpa terdapat dibagian atas rongga perut, tepat dibawah lengkung tulang iga di sebelah kiri. Limpa berfungsi sebagai 2 organ, Bagian yang putih merupakan sistem kekebalan untuk melawan infeksi dan bagian yang merah bertugas membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan dari dalam darah (misalnya sel darah merah yang rusak).
Sel darah putih tertentu (limfosit) menghasilkan antibodi pelindung dan memegang peranan penting dalam melawan infeksi.Limfosit dapat dibentuk dan mengalami pematangan di dalam bagian putih limpa. Bagian merah limpa mengandung sel darah putih lainnya (fagosit) yang mencerna bahan yang tidak diinginkan (misalnya bakteri atau sel yang rusak) dalam pembeluh darah. Bagian merah memantau sel darah merah (menentukan sel yang abnormal atau terlalu tua atau sel yang mengalami kerusakan) dan menghancurkannya.
Karena itu, bagian merah ini kadang disebut sebagai kuburan sel darah merah. Bagian merah juga berfungsi sebagai cadangan untuk elemen-elemen darah, terutama sel darah putih dan trombosit. Pada banyak binatang, bagian merah ini melepasakan elen darah ke dalam darah sirkulasi pada saat tubuh memerlukannya; tetapi pada manusia pelepasan elemen ini bukan merupakan fungsi limpa yang penting.
Jika limpa diangkat melalui pembedahan (splenektomi), tubuh akan kehilangan beberapa kemampuannya untuk menghasilkan antibodi pelindung dan untuk membuang bakteri yang tidak diinginkan dari tubuh. Sebagai akibatnya, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi akan berkurang. Tidak lama kemudian, organ lainnya (terutama hati) akan meningkatkan fungsinya dalam melawan infeksi untuk menggantikan kehilangan tersebut, sehingga peningkatan resiko terjadinya infeksi tidak akan berlangsung lama.
Jika limpa membesar (splenomegali), kemampuannya untuk menangkap dan menyimpan sel-sel darah akan meningkat. Splenomegali dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dalam sirkulasi. Jika limpa yang membesar menangkap sejumlah besar sel darah yang abnormal, sel-sel ini akan menyumbat limpa dan mengganggu fungsinya. Proses ini menyebabkan suatu lingkaran setan, yaitu semakin banyak sel yang terperangkap dalam limpa, maka limpa akan semakin membesar; semakin membesar limpa, maka akan semakin banyak sel yang terperangkap.

PENYEBAB
Penyebab pembesaran limpa:
   1. Infeksi
      - Hepatitis
      - Mononukleosis infeksiosa
      - Psitakosis
      - Endokarditis bakterialis subakut
      - Bruselosis
      - Kala-azar
      - Malaria
      - Sifilis
      - Tuberkulosis
   2. Anemia
      - Elliptositosis herediter
      - Sferositosis herediter
      - Penyakit sel sabit (terutama pada anak-anak)
      - Thalassemia
   3. Kanker darah dan penyakit proliferatif
      - Penyakit Hodgkin dan limfoma lainnya
      - Leukemia
      - Mielofibrosis
      - Polisitemia vera

   4. Penyakit peradangan
      - Amiloidosis
      - Sindroma Felty
      - Sarkoidosis
      - Lupus eritematosus sistemik

   5. Penyakit hati
      - Sirosis

   6. Penyakit penimbunan
      - Penyakit Gaucher
      - Penyakit Hand-Sch?ller-Christian
      - Penyakit Lettere-Siwe
      - Penyakit Niemann-Pick

   7. Penyebab lain
      - Kisata dalam limpa
      - Penekanan terhadap vena dari limpa atau vena yang menuju ke hati
      - Bekuan darah dalam vena dari limpa atau vena yang menuju ke hati.

GEJALA
Limpa yang membesar tidak menyebabkan banyak gejala, dan tidak satupun gejala yang menunjukkan penyebab membesarnya limpa. Limpa yang membesar terletak di dekat lambung dan bisa menekan lambung, sehingga penderita bisa merasakan perutnya penuh meskipun baru makan sedikit makanan kecil atau bahkan belum makan apa-apa.
Penderita juga bisa merasakan nyeri perut atau nyeri punggung di daerah limpa, yang bisa menjalar ke bahu, terutama jika sebagian limpa tidak mendapatkan cukup darah dan mulai mati. Beberapa Komplikasi-Komplikasi Dari Limpa Yang Membesar yaitu : Ketika limpa membesar, ia kehilangan beberapa pelindungnya dari sangkar tulang rusuk bagian bawah dan menjadi lebih mudah kena luka. Limpa yang membesar adalah fragile dan dapat dirusak dengan pukulan-pukulan yang relatif minor pada perut bagian atas. Ia adalah organ yang relatif padat dan dapat retak menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa yang signifikan dan potensial.
Limpa yang membesar dapat juga menjerat jumlah sel-sel darah yang berlebihan didalamnya yang menyebabkan:
    * anemia (jumlah-jumlah sel darah merah yang berkurang), yang mungkin menjurus pada kelemahan, sesak napas, dan mudah lelah;
    * leukopenia (sel-sel darah putih yang berkurang), yang mungkin menjurus pada risiko infeksi yang meningkat; dan
    * thrombocytopenia (platelet-platelet yang berkurang), yang mungkin menjurus pada infeksi atau pada persoalan-persoalan perdarahan.

Jika limpa perlu dikeluarkan, ada risiko infeksi yang meningkat, terutama disebabkan oleh bakteri-bakteri seperti pneumococcus (Streptococcus pneumoniae), Hemophilus influenza, dan meningococcus (Neisseria meningitides). Adalah penting untuk mempertimbangkan pemeliharaan imunisasi-imunisasi sekarang ini (terutama vaksin pneumococcal, karena kira-kira 50% sampai 90% dari infeksi-infeksi setelah splenectomy disebabkan oleh encapsulated streptococci) terhadap infkesi-infeksi ini pada pasien-pasien yang limpanya telah dikeluarkan.

DIAGNOSA
Biasanya pada pemeriksaan fisik, seorang dokter dapat merasakan adanya pembesaran limpa. Pembesaran limpa juga bisa terlihat pada foto rontgen perut. Kadang diperlukan CT scan untuk menentukan besarnya limpa dan melihat adanya penekanan terhadap organ di sekitarnya. MRI scan juga memberikan hasil yang sama dengan CT scan dan juga bisa mengikuti aliran darah yang melalui limpa.

Pemeriksaan penyaringan lainnya menggunakan partikel radioaktif yang ringan untuk mengukur besarnya limpa dan fungsinya serta untuk menentukan apakah terdapat penumpukan atau penghancuran sel darah dalam jumlah besar.
Pemeriksaan darah menunjukkan berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Pada pemeriksaan dibawah mikroskop, bentuk dan ukuran sel darah bisa memberikan petunjuk mengenai penyebab membesarnya limpa. Pemeriksaan sumsum tulang dapat menemukan adanya kanker sel darah (misalnya leukemia atau limfoma) atau penumpukan bahan-bahan yang tidak diinginkan.
Pengukuran protein darah bisa membantu menyingkirkan beberapa keadaan, seperti multipel mieloma, amiloidosis, malaria, kala-azar, bruselosis, tuberkulosis dan sarkoidosis. Kadar asam urat (produk sisa yang ditemukan dalam darah dan air kemih) dan kadar alkalin fosfatase (suatu enzim yang ditemukan pada beberapa sel darah) dalam leukosit, juga diukur untuk menentukan apakah terdapat leukemia atau limfoma. Pemeriksaan fungsi hati membantu menentukan adanya kerusakan hati.

PENGOBATAN
Jika memnungkinkan, dilakukan pengobatan terhadap penyakit yang menyebabkan terjadinya pembesaran limpa. Pengangkatan limpa melalui pembedahan jarang diperlukan dan bisa menyebabkan masalah, seperti kepekaan terhadap infeksi yang serius.
Tetapi pada keadaan tertentu resiko ini lebih baik dihadapi, yaitu jika:
- limpa dengan sangat cepat menghancurkan sel darah merah sehingga terjadi anemia yang berat
- cadangan sel darah putih dan trombosit sangat berkurang, sehingga mudah mengalami infeksi dan perdarahan
- limpa sangat membesar sehingga menyebabkan nyeri atau menekan organ lainnya
- limpa sangat membesar sehingga sebagian dari limpa mengalami perdarahan atau mati. Sebagai alternatif lain dari pembedahan, kadang dilakukan terapi penyinaran untuk memperkecil limpa.
3.  Limfoma
Limfoma atau limfoma maligna adalah sekelompok kanker di mana sel-sel limfatik menjadi abnormal dan mulai tumbuh secara tidak terkontrol. Berdasarkan gambaran histopatologisnya, limfoma dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: Limfoma Hodgkin (LH) dan Limfoma Non Hodgkin (LNH). Perbedaan antara LH dengan LNH ditandai dengan adanya sel ReedSternberg yang bercampur dengan infiltrat sel radang yang bervariasi. Manifestasi klinis dari limfoma maligna dapat bervariasi.
Jika tidak teraba massa pada gejala yang terus-menerus atau untuk meyakinkan asal masa maka perlu dilakukan pencitraan selain juga untuk menentukan apakah terdapat massa dan mengarahkan untuk dilakukannnya biopsi. USG adalah pemeriksaan penunjang yang cukup baik serta tidak invasive untuk membantu menegakkan diagnosis limfoma maligna. Pemeriksaan USG abdomen juga umumnya dilakukan untuk melihat adanya pembesaran organ, pembesaran kelenjar para aorta atau massa intraabdomen serrta untuk melihat adanya penyebaran penyakit ke abdomen.
·         Pada perbesaran yang lebih tinggi, satu pusat germinal sisa yang normal tetap,terlihat  di seluruh bagian jaringan. Jadi, dalam kasus ini, neoplastik difus menyusup memasiki sel dan memperluas sebagai zona tumorl. Perhatikan bahwa sel-sel di pusat germinal, yang tidak neoplastik, tak memiliki kemiripan dengan limfosit  tumor.

2 komentar:

  1. thanks atas infonya, ditunggu artikel yang lainnya

    http://obatherbal07.com/obat-herbal-amiloidosis/

    BalasHapus
  2. Itu nyeri seperti bagaimana dok tolong diperjelas

    BalasHapus